Jejak Peninggalan Dari Kerajaan Bali

Jejak Peninggalan Dari Kerajaan Bali

Jejak Peninggalan Dari Kerajaan Bali – Kerajaan Bali termasuk salah satu kerjaan yang ada di Sebelah timur Pulau Jawa yang dimana pada awalnya masih disebut bagian dari Pulau Jawa.

Telah kita ketahui juga bahwa Kerjaan Bali adalah berasal dari rakyat Majapahir yang dimana kemudian pergi dan menetap di Bali. Jadi sebenarnya masyarakat Bali sering dianggap sebagai pewaris Tradisi Majapahit.

Sejarah Kerajaan Bali Yang Terkenal

Jejak Peninggalan Dari Kerajaan Bali

Pulau Bali telah dianggap suci dengan sebutannya Pulau Dewata sejak jaman dulu dimana terbukti dengan adanya sebuah prasasti yang berada tepat di desa blanjong dekat daerah Sanur pada abat ke 914 Masehi. Untuk raja pertamanya bernama Sri Ugranesa yang dimana telah menganut agama Hindu pada awalnya.

Disini sebenarnya kerajaan Bali tidak memiliki kejayaan yang cukup lama, namun tepat ditahun 1343 Masehi Kerajaan Bali kemudian ditaklukkan oleh Gajah Mada yang berasal dari Kerajaan Majapahit pada masa lampau.

Jejak Peninggalan Dari Kerajaan Bali

Membahas untuk peninggalan bersejarah dari Kerajaan Hindu yang berada di Bali ini tentunya bisa disebutkan terdapat banyak prasasti dan juga candi candi yang diantaranya adalah:

  • Pura Agung Besakih
  • Prasasti Blanjong
  • Prasasti Panglapuan
  • Candi Padas di Gunung Kawi
  • Candi Mengening
  • Candi Wasan
  • Prasasti Gunung Panulisan
  • Prasasti-prasasti peninggalan Anak Wungsu

Jejak Peninggalan Dari Kerajaan Bali

Disamping itu rupanya di Kerajaan Bali ini juga terdapat beberapa kegiatan ekonomi dan juga pertanian yang juga merupakan mata pencarian bagi masyarakat Bali tersebut.  Disebutkan juga bahwa para pemimpin atau raja di Bali selalu fokus terhadap sektor pertanian dimana dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang mengelola sawah, ladang dan juga kebun.

Dan mengenai kegiatan sosial, masyarakat di Kerajaan Bali ini pun selalu melakukan adat istiadat dengan baik dan benar. Hal itu dikarenakan mereka melakukannya dari kakek moyang serta turun termurun. Salah satu contohnya dan juga saat ini masih ada adalah kegiatan prosesi Ngaben yang dimana dilakukan oleh masyarakat Bali ketika meningga. Dimana untuk jenazahnya akan dibakar sampai habis ataupun telah menjadi abu abu yang telah dilakukan sejak abad ke 10 Masehi.